7 Perguruan Tinggi Seni di Indonesia
(Sumber : http://irkhamsparrow.blogspot.co.id/2015/05/7-perguruan-tinggi-seni-di-indonesia_3.html)


1. Institut Seni Indonesia ( ISI ) Yogyakarta



Institut Seni Indonesia Yogyakrata
 atau dikenal sebagai ISI Jogja merupakan sebuah lembaga pendidikan tinggi seni negeri yang berstatus perguruan tinggi penuh, dan memiliki kewenangan untuk menyelenggarakan pendidikan sampai ke jenjang tertinggi dan merupakan perguruan tinggi seni terbesar & terbaik di Indonesia. ISI Jogja dibentuk atas Keputusan Presiden RI No: 39/1984 tanggal 30 Mei 1984, dan diresmikan berdirinya oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Nugroho Notosusanto, pada tanggal 23 Juli 1984.

Sejarah: ISI Jogja adalah penggabungan dari ASRI ( Akademi Seni Rupa Indonesia) , (Akademi Musik Indonesia) AMI dan ASTI yang merupakan kelanjutan dari Konservatori Tari Indonesia (KONRI). Pada tahun 1973 ketiga pimpinan sekolah tinggi tersebut sepakat membentuk sebuah lembaga pendidkan tinggi seni. Akhirnya terbentuk ISI Yogyakarta di tahun 1984.

Awalnya ISI Yogyakarta memiliki tiga fakultas yaitu:

  • Fakultas Kesenian (FK) yang merupakan gabungan unsur ASTI dan AMI.
  • Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) perwujudan dari STSRI "ASRI”
  • Fakultas Non Gelar Kesenian (FNGK) untuk program pendidikan Strata 0, sebagai penghasil tenaga/praktisi seni. Fakultas ini akhirnya ditutup berdasarkan keputusan rektor ISI Yogyakarta tahun 1991.
Tahun 1993, Fakultas Kesenian diubah namanya menjadi Fakultas Seni Pertunjukan (FSP), Fakultas Seni Rupa dan Desain dibah namanya menjadi Fakultas Seni Rupa (FSR). Disusul satu fakultas lagi yaitu, Fakultas Seni Media Rekam (FSMR) pada 1994.
Pada tahun 2004, ISI Jogja membuka Program Pascasarjana S2 Penciptaan dan Pengkajian Seni dibuka tahun. Sementara Program Studi Penciptaan dan Pengkajian Seni S3 dibuka pada tahun 2006. Di tahun 2010 program pasca sarjana membuka Program Magister Tata Kelola Seni.
Di era industri kreatif saat ini, ISI Yogyakarta menjadi yang utama untuk mencetak insan profesional di bidang seni dan industri kreatif. Fotografer, artis, aktor, DoP, Sutradara, Animator, Seniman, desainer, pengelola galeri, pengusaha seni, dan pekerja-pekerja seni dari ISI Yogyakarta menempati pos-pos strategis baik dalam percaturan seni dan industri kreatif di tingkat lokal, nasional, regional, maupun internasional. 
Fakultas dan program studi
A. FAKULTAS SENI PERTUNJUKAN
1. Jurusan Tari
Program Studi S1 Seni Tari
Profil: Koreografer, Peneliti Tari, dan Penari
2. Jurusan Karawitan
Program Studi S1 Seni Karawitan
Profil: Komposer Karawitan, Peneliti Karawitan, dan Pengrawit
3. Jurusan/Program Studi S1 Seni Musik
Profil: Musikolog dan Pengkaji Musik
4. Jurusan/Program Studi S1 Pendidikan Musik
Profil: Pengajar Musik, Perancang Kurikulum Musik, Instruktur/Pelatih Musik, dan Pengaransemen Musik
5. Jurusan/Program Studi S1 Penciptaan Musik
Profil: Komposer, Pengaransemen Musik, Kritikus Musik, dan Ilustrator Musik untuk Film dan Iklan
6. Jurusan /Program Studi D4 Penyajian Musik
Profil: Pemain, Pengaransemen Musik, dan Penyanyi, serta Pelatih Vokal dan Instrumen Musik
7. Jurusan Teater
Program Studi S1 Seni Teater
Profil: Dramaturg, Sutradara, Penulis Naskah, Pemeran, dan Penata Artistik
8. Jurusan Etnomusikologi
Program Studi S1 Etnomusikologi
Profil: Penata/Komposer, dan Peneliti Musik Etnik
9. Jurusan Pedalangan
Program Studi S1 Seni Pedalangan
Profil: Dalang dan Peneliti Pedalangan
10. Jurusan Seni Drama Tari dan Musik
Program Studi S1 Seni Drama Tari dan Musik
Profil: Guru Seni Budaya, Konsultan Pendidikan Seni Budaya, Instruktur/Pelatih Seni Drama, Tari, dan Musik, dan Pengelola Sanggar Seni

B. FAKULTAS SENI RUPA
1. Jurusan Seni Murni
Program Studi S1 Seni Rupa Murni
Profil: Seniman (Pelukis, Pematung, Pegrafis, Perupa Intermedia), Peneliti, Kurator, Kritikus di bidang Seni Rupa Murni.
2. Jurusan Kriya
a. Program Studi S1 Kriya Seni
Profil: Kriyawan, Disainer Kriya, Peneliti Kriya, Instruktur Kriya, Konsultan Kriya.
b. Program Studi D3 Batik dan Fashion
Profil: Perancang Batik dan Busana
3. Jurusan Disain
a. Program Studi S1 Disain Interior
Profil: Disainer Interior
b. Program Studi S1 Disain Komunikasi Visual
Profil: Disainer Komunikasi Visual
4. Jurusan Tata Kelola Seni
Program Studi D4 Tata Kelola Seni
Profil: Manajer Seni, Kurator Seni (Seni Rupa, Seni Pertunjukan, Seni Media Rekam)

C. FAKULTAS SENI MEDIA REKAM
1. Jurusan Fotografi
Program Studi S1 Fotografi
Profil: Fotografer dalam bidang Komersial, Jurnalistik, Ekspresi (Fotografi Seni), Peneliti, Wirausaha, dan Penyelia Foto.
2. Jurusan Televisi
a. Program Studi S1 Televisi
Profil: Produser (Producer) Film dan Televisi, Sutradara (Director) Film dan Televisi, Penulis Skenario Film (Scriptwriter)/Penulis Naskah Televisi, Sinematografer (Cinematographer), Videografer (Video grapher), Penata Artistik (Art Director) Film dan Televisi, Penata Suara (Sound Designer), Penyunting Gambar (Editor).
b. Program Studi D3 Animasi
Profil: Animasi Game dan Film Animasi
4. Program Pasca Sarjana
  1. Magister Penciptaan & Pengkajian Seni ( S-2 )
  2. Magister Tata Kelola Seni ( S-2 )
  3. Doktor Penciptaan & Pengkajian Seni ( S-3 )

INSTITUT SENI INDONESIA YOGYAKARTA 
Jl. Parangtritis Km. 6.5 Sewon
Bantul Yogyakarta 55188 Indonesia
Telp: 0274-379133, 373659
Fax: 0274-371233
E-mail: arts@isi.ac.id
S 07° 51.087´ E 110° 21.459´
Situs Web:
 http://isi.ac.id/

2. Institut Seni Indonesia ( ISI ) Denpasar



Institut Seni Indonesia Denpasar merupakan sebuah lembaga pendidikan tinggi kesenian di bawah pembinaan Direkturat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia. ISI Denpasar merupakan penggabungan dari dua lembaga pendidikan tinggi seni yang ada di Denpasar, yaitu Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Denpasar dan Program Studi Seni Rupa dan Desain (PSSRD) Universitas Udayana. ISI Denpasar didirikan berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia NO: 33 Tahun 2003, tertanggal 26 Mei 2003. Peresmian ISI Denpasar dilakukan oleh Mentri Pendidikan Nasional R.I. Prof. Drs. Abdul Malik Fadjar tanggal 28 Juli 2003.


SejarahSTSI Denpasar awalnya bernama Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI) Denpasar, didirikan oleh Pemerintah Daerah Provinsi Bali pada 28 Januari 1967 dengan Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Bali Nomor 2/Pem/5/I/a/1967, atas prakarsa Majelis Pertimbangan & Pembinaan Kebudayaan (Listibya). Pendirian ASTI Denpasar juga dilandasi oleh Pola Dasar Kebijaksanaan Pembinaan Kebudayaan Daerah Bali yang memperhatikan sifat-sifat pertahanan, penggalian, pembinaan dan pengembangan kebudayaan daerah yang ada di Bali. Makin intensifnya hubungan antara kebudayaan dan teknologi, serta bertambah banyaknya seniman yang meninggal dunia, menyebabkan beberapa kesenian tradisional Bali dikhawatirkan punah, sehingga perlu diadakan pendidikan kesenian bagi generasi muda sebagai pewaris dan penyelamat kebudayaan di Bali.
Setelah dua tahun berdiri, ASTI Denpasar menerima status sebagai Perguruan Tinggi Negeri dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat Keputusan Nomor 066/1969 pada tanggal 7 Agustus 1969 dan ASTI Denpasar dinyatakan sebagai bagian dari jurusan ASTI Yogyakarta yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Selama 8 (delapan) tahun berlangsung, dikarenakan perubahan struktur organisasi dalam tubuh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, maka sejak tahun 1976 pengelolaan ASTI Denpasar ditangani oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, dan pembinaannya diarahkan kepada pembentukan Institut Seni Indonesia (ISI) bersama dengan Akademi-akademi kesenian lainnya yang ada di Indonesia. Dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 0445/0/1988, Akademi Seni Tari Indonesia Denpasar statusnya ditingkatkan menjadi Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Denpasar. Pendirian STSI Denpasar dikukuhkan dengan Surat Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 1992.

Sejak 1 Oktober 1965, PSSRD merupakan Jurusan Seni Rupa Fakultas Teknik Universitas Udayana berdasarkan Keputusan Menteri PTIP RI Nomor 240/Sek/PU/1965 pada tanggal 20 Oktober 1965. Berdasarkan Keputusan Rektor Universitas Udayana Nomor 483/SK/ PT.17/R.VIII/1983 tanggal 10 Mei 1983, PSSRD Universitas Udayana dibentuk menjadi program studi antar fakultas, diperkuat dengan Keputusan Dirjen Dikti Depdikbud Nomor 5/DIKTI/Kep/1984 dalam fungsinya melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi. Dengan pertimbangan konsentrasi pendidikan tinggi seni untuk mempertahankan budaya, atas dukungan Ditjen Dikti Depdiknas, Pada tanggal 28 Juli 2003 Menteri Pendidikan Nasional saat itu (Prof. Drs. Abdul Malik Fadjar, M.Sc) meresmikan ISI Denpasar, ditandai dengan penandatanganan prasasti yang berada di Gedung Natya Mandala ISI Denpasar.

Fakultas dan program studi

1. Fakultas Seni Pertunjukam ( FSP)
  •      program studi Seni Tari
  •      program studi Seni  Karawitan
  •      program studi Seni Pedalangan
2. Fakultas Seni Rupa Dan Desain ( FSRD )
  • program studi Seni Rupa Murni ( Seni Lukis, Seni Patung, dan Seni Grafis ).
  • program studi Kriya Seni
  • program studi Desain Interior 
  • program studi Desain Komunikasi Visual
  • program studi Fotografi ( Embrio Fakultas Media Rekam )
3. Program Pasca Sarjana
  • Magister Penciptaan ( S-2 )
  • Magister Pengkajian Seni ( S-2 )
INSTITUT SENI INDONESIA DENPASAR
Jln. Nusa Indah Denpasar Bali 80235 
Telp. ( 0361 ) 227316 
Fax. ( 0361 ) 236100
Email : info@isi-dps.ac.id
Situs Web
: http://www.isi-dps.ac.id


3. Institut Seni Indonesia ( ISI ) Padangpanjang



Institut Seni Indonesia Padangpanjang merupakan satu-satunya Lembaga Pendidikan Tinggi Kesenian Negeri di Wilayah Indonesia Bagian Barat yang menghasilkan Sarjana Seni ( S-1 ) dan Magister Seni ( S-2 ).


Sejarah: Sekolah Tinggi Seni Indonesia Padang Panjang, merupakan perguruan tinggi negeri yang terdapat di kota Padang Panjang, Sumatera Barat. STSI Padang Panjang didirikan pertama kali dengan nama Koservatori Karawitan Indonesia ( KOKAR ). Namanya kemudian diubah menjadi Akademi Seni Karawitan Indonesia (ASKI) Padang Panjang. Menjadi Sekolah Tinggi Seni Indonesia ( STSI ) Padang Panjang pada 15 Juni 1999. Saat ini STSI Padang Panjang menyelenggarakan 5 program studi/jurusan: Seni Karawitan, Tari, Musik, Kriya, dan Teater. Saat ini nama STSI berubah menjadi ISI ( Institut Seni Indonesia ) Padang Panjang.

Jurusan / program studi
  • program studi Seni Tari
  • program studi Seni  Karawitan
  • program studi Seni Musik
  • program studi Seni Teater
  • program studi Seni Rupa Murni ( Seni Lukis, Seni Patung, dan Seni Grafis ).
  • program studi Kriya Seni
  • program studi Televisi dan Film 

Program Pasca Sarjana
  •      Magister Penciptaan ( S-2 )
  •      Magister Pengkajian Seni ( S-2 )
INSTITUT SENI INDONESIA PADANGPANJANG
Jl. Bundo Kanduang No.35 Padangpanjang Sumatera Barat 27128
Telp.( 0752 ) 82077
Fax ( 0752 ) 82803
Situs Web: 
www.isi-padangpanjang.ac.id/

4. Institut Seni Indonesia ( ISI ) Surakarta

Institut Seni Indonesia Surakarta merupakan salah satu perguruan tinggi negeri ISI yang ada di Indonesia.
Lembaga ini telah lama berdiri tetapi statusnya sebagai Institut baru diperoleh pada September 2006. ISI Surakarta bermula dari Lembaga Konservatori Surakarta, kemudian menjadi Akademi Seni Karawitan Indonesia (ASKI), dan Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI) yang didirikan oleh Gendhon Hoemardhani. Penambahan bidang studi Seni Rupa dilakukan setelah tahun 1983 lembaga ini menjadi Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Surakarta.
Sejarah: Institut Seni Indonesia ( ISI) Surakarta adalah salah satu perguruan tinggi seni negeri di bawah pembinaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas RI). ISI Surakarta pada mulanya adalah sebuah perguruan tinggi setingkat akademi dengan nama Akademi Seni Karawitan Indonesia (ASKI) Surakarta, yang didirikan sebagai salah satu wadah untuk merintis perkembangan seni tradisional. 
Melihat sumber serta potensi seni yang ada, Surakarta sebagai kota budaya cukup memenuhi syarat sebagai tempat untuk berdirinya suatu lembaga pendidikan tinggi seni tradisional. Sejarah telah membuktikan bahwa Surakarta memiliki kedudukan yang kuat serta wilayah pendukung budaya yang cukup luas.

Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut, Para seniman muda dengan mendapat dukungan serta restu dari para ahli budaya serta empu, melalui lembaga-lembaga resmi di pusat dan daerah, berupaya agar di Surakarta didirikan sebuah lembaga pendidikan tinggi kesenian. Akhirnya terbit Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 068/1964 tanggal 15 Juli 1964, yang membuka Akademi Seni Karawitan Indonesia (ASKI) di Surakarta di bawah naungan Direktorat Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan Dasar dan Kebudayaan.

Dan pada tanggal 19 Mei 1973 terbit Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 039/O/1973 tentang Pedoman Mengenai Status, Kurikulum, Staf Pengajar, dan Perlengkapan Material di Akademi Seni Karawitan Indonesia di Surakarta, di antaranya berisi:
  1.      ASKI mempunyai dua jurusan, yaitu: Jurusan Umum di Surakarta, dan berkembang menjadi ASKI Surakarta; serta Jurusan Minangkabau di Padangpanjang, selanjutnya berkembang menjadi ASKI Pandangpanjang yang sekarang STSI Padangpanjang.
  2.      Lulusan ASKI berhak mempergunakan sebutan Sarjana Muda Karawitan, bagi mereka yang lulus ujian negara Sarjana Muda ASKI; Seniman Karawitan (S.Kar), bagi mereka yang lulus ujian negara tingkat Seniman ASKI (dinilai setingkat Ijazah Sarjana).

Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 160/M/1974 dan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 02/O/1975, pada 20 Maret 1976 dilaksanakan pemindahan pengelolaan ASKI Surakarta dari Direktorat Jenderal Kebudayaan kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Pada saat berdiri, ASKI Surakarta menggunakan fasilitas milik Konservatori Karawitan Indonesia (sekarang SMKI/SMK Negeri 8 Surakarta). Sejak tahun 1972 Proyek Pengembangan Kesenian Jawa Tengah (PKJT) di Surakarta yang menempati bangunan milik Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat memberikan tempat untuk ASKI Surakarta berupa bangunan Pagelaran, Sitihinggil, dan Sasonomulyo Keraton Surakarta. Sejak tahun 1985 kegiatan akademik dan administrasi STSI Surakarta menempati kampus baru di Kentingan, kec. Jebres, kota Surakarta.

Perubahan peningkatan status Akademi Seni Karawitan Indonesia (ASKI) Surakarta menjadi Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Surakarta ditandai dengan terbitnya Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0446/O/1988 tanggal 12 September 1988 tentang Peningkatan Status ASKI Surakarta menjadi STSI Surakarta.

Pada tahun 2006 Sekolah Tinggi Seni Indonesia Surakarta berubah status menjadi Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, ditandai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 77 Tahun 2006 tanggal 20 Juli 2006, dan diresmikan oleh Menteri Pendidikan Nasional Prof. Dr. Bambang Sudibyo pada 11 September 2006.

Fakultas dan program studi

1. Fakultas Seni Pertunjukam ( FSP)
  • program studi Seni Tari
  • program studi Seni  Karawitan
  • program studi Seni Pedalangan
  • program studi Etnomusikologi
2. Fakultas Seni Rupa Dan Desain ( FSRD )
  •      program studi Seni Rupa Murni ( Seni Lukis, Seni Patung, dan Seni Grafis ).
  •      program studi Kriya Seni
  •      program studi Desain Interior 
  •      program studi Televisi dan Film ( Embrio Fakultas Media Rekam )
3. Program Pasca Sarjana
  •      Magister Penciptaan ( S-2 )
  •      Magister Pengkajian Seni ( S-2 )
INSTITUT SENI INDONESIA SURAKARTA 
Kampus baru: Jl. Ringroad Mojosongo, Surakarta 57127
Kampus lama: Jl. Ki Hadjar Dewantara 19, Surakarta 57126
Jawa Tengah, Indonesia
Telepon 0271-647658
Fax 0271-646175
E-mail direct@isi-ska.ac.id
Situs Web
http://isi-ska.ac.id/



5. Institut Kesenian Jakarta ( IKJ )






Institut Kesenian Jakarta (IKJ) merupakan adalah institusi pendidikan tinggi yang difasilitasi Pemda Jakarta. Institut ini mempunyai tiga bidang seni yaitu seni rupa, seni peran, dan perfilman.

Sejarah: 
IKJ dulu bernama LPKJ atau Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta yang didirikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin. LPKJ merupakan usulan dari seniman yang tergabung dalam Dewan Kesenian Jakarta, yang merupakan sebuah dewan kesenian dan pendiriannya difasilitasi Gubernur Ali Sadikin. LPKJ awalnya terdiri dari 5 akademi yaitu:, akademi musik, akademi tari, akademi teater , akademi seni rupa dan akademi sinematografi. Namun LPKJ baru diresmikan pada tanggal 25 Juni 1976 oleh Presiden Suharto.
LPKJ berubah status menjadi Institut Kesenian Jakarta (IKJ) di tahun 1981. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menginginkan supaya lembaga kesenian seperti LPKJ yang dikelola dengan model sanggar dan padepokan menjadi lembaga pendidikan formal. Dan kemudian LPKJ diubah menjadi IKJ yang dikelola seperti sebuah sekolah formal.
Fasilitas yang ada di dalam IKJ masih menjadi tanggung jawab Pemda DKI Jakarta, dengan pengelolaan yang sudah mandiri. Awalnya Akademi Sinematografi digabung dengan Akademi Seni Rupa karena dianggap satu akar dalam seni visual (Visual Art), sehingga di gabung menjadi sebuah Fakultas Seni Rupa dan Disain
Seiring dengan kebutuhan dan juga perkembangan zaman, Fakultas Seni Rupa dan Disain akhirnya berkembang. Jurusan Film yang semula bergabung dengan Fakultas Seni Rupa dan Disain berpisah, Kemudian menjadi Fakultas Film dan Televisi (FFTV). FFTV kemudian berkembang, membuka Jurusan Fotografi dan terakhir membuka Jurusan Kajian Media yang dulu pernah bernama Jurusan Filmologi.
Di tahun 1990-an FFTV-IKJ masuk menjadi anggota (asosiasi sekolah film dan televisi Internasional). FFTV–IKJ yang dipimpin oleh Soetomo Gandasubrata pada saat itu sudah menjadi anggota penuh, bahkan saat itu Slamet Rahardjo dipilih sebagai Ketua Perwakilan Cilect di Asia Pasific. Kini setelah konferensi Cilect 2008 di Beijing – FFTV-IKJ hadir diwakili oleh Kusen Dony Hermansyah (Wadek III) dan Tanete A. Pong Masak (Staf Bidang IV FFTV-IKJ) – dan berhasil memposisikan FFTV-IKJ kembali sebagai anggota tetap Cilect. Dengan demikian FFTV-IKJ kembali sebagai satu-satunya perwakilan Cilect di Indonesia.
Guru Besar IKJ sejak 2004 adalah Sardono W Kusumo.


Fakultas: IKJ mempunyai tiga fakultas, yaitu Fakultas Seni Rupa, Fakultas Seni Pertunjukan, dan Fakultas Film dan Televisi.
Fakultas Seni Rupa dan Desain ( FSRD )
Fakultas ini berkonsentrasi pada pengembangan seni dalam wilayah visual, terdapat tiga jurusan, yaitu seni murni, kriya, dan desain.
  •    Program Studi Seni Murni (jenjang S1), dibagi menjadi 3 minat utama: Seni Lukis,Seni Patung,Seni Grafis
  •       Program Studi Seni Kriya (jenjang S1): Kriya Kayu, Kriya Keramik, Kriya Tekstil
  •      Jurusan Desain (jenjang S1): Program Studi Desain Interior, Program Studi Desain Komunikasi Visual ( DKV ), Program Studi Desain Mode & Busana

Fakultas Seni Rupa IKJ juga menyelenggarakan berbagai kursus; Kursus Lukis, kursus Sablon, kursus Batik, kursus Desain Grafis, kursus Animasi, kursus Ilustrasi,kursus Keramik, kursus Body Painting,kursus Makeup Karakter, dll
situs web: 
http://www.fsrikj.ac.id
 
FAKULTAS SENI PERTUNJUKAN ( FSP )


  •      Program Studi Antropologi Tari 
  •      Program Studi Seni Musik
  •      Program Studi Etnomusikologi
  •      Program Studi Seni Tari
  •      Program Studi Seni Teater


FAKULTAS FILM DAN TELEVISI ( FFTV )

Memiliki 4 jurusan:
  •       Film (jenjang D3 & S1)
  •       Televisi (jenjang D3 & S1)
  •       Fotografi (jenjang S1)
  •       Kajian Media
web: http://www.fftv.ikj.ac.id

INSTITUT KESENIAN JAKARTA 
Kompleks Taman Ismail Marzuki
Jl. Cikini Raya 73
Jakarta Pusat
Indonesia 10330
web: 
http://www.ikj.ac.id


6. Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung / STSI Bandung



Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung adalah perguruan tinggi negeri yang didirikan oleh pemerintah melalui Keppres Nomor 59 Tahun 1995, di bawah pembinaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.Tugas pokok STSI Bandung adalah menyelenggarakan pendidikan akademik dan atau profesional bidang seni di atas pendidikan menengah.

Sejarah: Berawal dari aspirasi masyarakat Jawa Barat yang menginginkan adanya lembaga pendidikan tinggi seni tari di kota Bandung, maka melalui Surat Keputusan Walikota-madya Bandung nomor 5539/68, tanggal 31 Maret 1968 di Bandung didirikan Konservatori Tari (KORI) yang pengelolaannya ada di bawah Pemerintah Daerah Tingkat II Kota Bandung.

Dikarenakan meningkatnya animo masyarakat dan besarnya perhatian pemerintah, maka KORI berupaya agar keberadaannya dapat diakui sebagai lembaga pendidikan formal. Dengan adanya kesepakatan antara Dirjen Kebudayaan Kantor Daerah Kodya Bandung, Pemerintah Kota Bandung, Inspektorat Pendidikan Kesenian Jawa Barat, dan Direktur Akademi Seni Tari Indonesia di Yogyakarta, maka terbitlah Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 016/A.I/1970 tentang Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI) Bandung yang merupakan kelas ASTI Yogyakarta. Dengan demikian, sejak 27 Februari 1971, Konservatori Tari berubah menjadi Akademi Seni Tari Indonesia Jurusan Sunda di Bandung.

Sebagai bagian dari ASTI Yogyakarta, kegiatan di ASTI Jurusan Sunda di Bandung masih menginduk kepada peraturan dan ketentuan yang ada di ASTI Yogyakarta. Dalam hal kurikulum, ASTI Jurusan Sunda di Bandung menginduk pada Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor: 088/0/1973 tentang Kurikulum ASTI Yogyakarta. Salah satu bagian dari Surat Keputusan tersebut tertulis teknis penggunaan kurikulum untuk ASTI bidang tari Sunda.

Di tahun 1976 ASTI Jurusan Sunda di Bandung berada dalam pembinaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Depdikbud bersama dengan perguruan tinggi lain, yaitu Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) Yogyakarta, Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI) Yogyakarta, Akademi Seni Karawitan Indonesia (ASKI) Padangpanjang, dan Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI) Denpasar. Semuanya dihimpun dalam satu proyek, yaitu Proyek Pengembangan Institut Kesenian Indonesia (IKI) Jakarta.
 Jurusan / program studi
  •      program studi Seni Tari
  •      program studi Seni  Karawitan
  •      program studi Seni Teater
  •      program studi Seni Rupa Murni ( Seni Lukis, Seni Patung, dan Seni Grafis ).

Program Pasca Sarjana
  •      Magister Penciptaan ( S-2 )
  •      Magister Pengkajian Seni ( S-2 )

SEKOLAH TINGGI SENI INDONESIA BANDUNG
Jl Buah Batu  No.212 Bandung Jawa Barat 40265
Tlp +62-22-7314982
Fax +62-22-7303021
Email stsi@stsi-bdg.ac.idSitus 
7. Sekolah Tinggi Kesenian  Wilwatikta ( STKW ) Surabaya




Sejarah perkembangan seni tari di Jawa Timur tidak terlepas dari adanya STKW yang merupakan institusi formal tingkat perguruan tinggi. STKW Surabaya berdiri pada tahun 1980 dan membuka tiga jurusan, yaitu: Jurusan Seni Tari, Jurusan Seni Karawitan, dan Jurusan Seni Rupa. Yang meliputi bidang kegiatan: musik tradisional, musik kontemporer, teater tradisional, teater boneka tradisional, tari tradisional, tari kontemporer, fotografi, keramik grafis, instalasi, sastra, tradisi lisan, etnomusikologi dan sejarah seni. Kegiatan pendidikan dilaksanakan di Jl. Klampis Anom II Surabaya.
Kurikulum jurusan Seni Tari di STKW memberikan bobot yang lebih pada tari etnis Jawatimuran. Fokus pembelajaran Jurusan Seni Tari menekankan pada tari tradisional Jawatimuran dengan ditunjang pengetahuan berkesenian yang secara umum. Kegiatan belajar mengajar juga ditunjang dengan pengalaman berkesenian yang dilakukan di wilayah kampus maupun di luar kampus, hal ini dikarenakan tujuannya yaitu menumbuhkembangkan kehidupan seni budaya khususnya di Jawa Timur melalui disiplin profesi dan juga akademis.


Jurusan / program studi
  •     program studi Seni Tari
  •     program studi Seni  Karawitan
  •     program studi Seni Teater
  •     program studi Seni Rupa 
SEKOLAH TINGGI KESENIAN WILWATIKTA SURABAYA
Jl. Klampis Anom II (kompleks Perumahan Wisma Mukti), Sukolilo, SurabayaTlp: (031) 59949945

0 komentar:

Posting Komentar

SELAMAT kepada siswa yang dinyatakan lulus SNMPTN 2018.Bagi yang belum berhasil, jangan patah semangat...Salam BK..@if'2018

Alih Bahasa / Translate

Pengunjung

Flag Counter